Wednesday, August 22, 2007

004 Agen Kapal Laut

Bismillahirrohmanirrohim... Sebuah Agen Tiket Kapal Laut yang berlokasi dijalan yos sudarso jakarta utara, Didirikan oleh seorang mantan pelaut pada tahun 1993 dengan modal awal 100 juta...
Omsetnya perbulan adalah sebebsar 37 juta...
Dengan biaya perasional bulanan 35 juta yang tersdiri dari:
Biaya internet 4 juta... BLTA 10 juta... gaji karyawan (22 orang) 20 juta... dan transportasi.... 1 juuta...
Keuntungan bersih 2 juta rupiah atau 5,4 % dari omset

003 Agen Bus

Bismillahirrohmanirrohim. Sebuah agen perusahaan bus yang berlokasi di Lebak Bulus... yang mengageni sebuah PO (Perusahaan Otobus) jurusan jakarta-jepara.. Didirikan pada tyahun 1990 dengan modal awal 5 juta...
Saat ini omset perbulannya sebesar 45,36 juta yang merupakan 9 % dari pendapatan PO...
Pengeluarannya sebulan sejumlah 28 juta yang terdiri dari BLTA 4 juta... dan gaji pegawai (800 rb kali 30) sebesar 24 juta...
Keuntungan bersihnya sebesar 17,36 juta... yaitu sekitar 38% dari omset...

002 Bisnis Travel (Tiket Pesawat Udara)

Bismillahirrohmanirrohim. Bisnis sebuah travel agen yang berlokasi di jalan darwangsa jakarta...
Didirikan tahun 1988 dengan modal awal 300 juta.. dengan 3 ranga pemndiri yang sudah berpengalaman 30 tahun dibisnis travel agen...
Omset saat uini perbulannya adala sebesar 2 milya...
Biaya operasional sebesar 1,9 milyar perbulan yang tersdiri dari:
Biaya Karyawan (gaji 50 orang) sbesar 700 juta
BLTA sebesar 100 juta
Transportasi 100 juta
Biaya bahan bakunya adalaha untuk stok tiket sebesar 1 milyar
Diperoleh laba bersih sebesar 100 juta yang berarti hanya 5 % dari omset...

001 Perusahaan produksi Boneka

Bismillahirrohmanirrohim, perusahaan yang memproduksi boneka... Berlokasi di ciawi bogor...
Didirikan pada tahun 2004 dengan modal 10 juta...
Omset perbulan sekitar 120 juta dengan biaya operasional terdiri dari:
Karyawan (100 org) 60 juta... Bhan baku 33 juta sewa tempat 2 juta Biaya LTA(Listrik Telepon Air) 4 juta Kredit motor dan mobil 3 juta... sehingga total biaya operasional bulanan sebesar 102 juta rupiah...
Keuntungan bersihnya adalah sebesar 15% dari omset atau 18 juta rupiah perbulan...

Friday, June 1, 2007

Martabak AA

Beralih profesi dari karyawan kantoran menjadi usahawa tidaklah mudah. Namun Suryajaya Tusin, mantan karyawan perusahaan farmasi yang beralih profesi menjadi pengusaha martabak tak merasa kikuk. Apalagi tekadnya merintis profesi sebagai pengusaha martabak selain dibekali oleh jiwa bisnis juga didukung oleh rekan usahanya Sulaiman, pembuat martabak yang berpengalaman di Bangka, Bandung, dan Bali. Dengan kerjasama apik sejak 29 April 1981, keduanya membuka usaha Martabak AA, singkatan dari nama Cina keduanya, yaitu Asiang dan Akiw.

Meskipun usaha martabak AA sudah dikenal, tak membuat Surya lupa diri. Ayah tiga anak ini selalu menyikapi setiap persaingan yang muncul dengan besar hati, namun ia berpikir untuk bersaing secara sehat dan yakin akan rizki yang diberikan Sang Khalik pada tiap umatnya. Ada tips sukses dari pria yang usahanya pernah disejajarkan dengan bakmi Gajah Mada dan Roti Holland Bakery tahun 2004 silam. Menurutnya, siapapun yang bertekad mengembangkan usaha, asalkan memiliki niat yang kuat, didukung dengan penguasaan semua bagian bidang usaha yang akan digeluti dan kerja keras, tak menutup kemungkinan untuk mendulang sukses. Namun, ada baiknya untuk melakukan survei, sebelum anda memulai suatu usaha, itu juga yang dilakukan surya sejak awal meulai usahanya. :Awalnya saya keliling membeli dan menyicipi segala jenis martabak telur dan manis yang terkenal di jakarta,” terangnya. Dari petualangan kulinernya itu, lahirlah martabak AA dengan rasanya yang mak nyusss… terasa menggoyang lidah dan mengenyangkan perut namun memiliki citarasa yang khas dari martabak sejenis lainnya

Thursday, May 31, 2007

Soto Mie Asia

Pada awalnya Cici Handrayani membuka sebuah toko sederhana di rumahnya di Jl Cemerlang, Tegal Wangi, Sukabumi. Kemudian timbul ide untuk membuka sebuah warung makan. Dan pilihan jatuh pada menu soto mie, karena makanan ini termasuk salah satu makanan khas Sukabumi.

Pada awal tahun 2006, dengan dibantu oleh kakaknya Alan, yang mendukung permodalan. Dibukalah Warung makan soto mie ASIA di Jl Cikulu Sukabumi. Tepat didepan hotel Augusta. Tidak jauh dari pom bensin.

Bangunan seluas 5x6 direnovasi dengan mengekspose unsur etnik. Interiornya sengaja dipajang benda-benda seni.

Untuk membentuk suasana yang khas Sukabumi maka tembang-tembang khas daerah itupun selalu diperdengarkan. Hal ini termasuk salah satu daya tarik yang seolah-olah memanggil orang-orang yang lalu lalang untuk mampir ke warung makan tersebut.

Akhirnya warung soto mie ASIA pun mendapat julukan "Anu Sararea". Yang artinya adalah warung makan milik bersama. Hal ini dikarenakan pengunjungnya datang dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari masyarakat biasa, artis, sampai ke pejabat.

Dalam satu hari, dengan jam buka dari jam 7 pagi sampai dengan jam 11 malam. Warung ini melayani pembeli sampai 200 mangkok soto mie. Bahkan pada hari sabtu, minggu, dan hari-hari libur bisa mencapai 225 mangkok. Pembeli bahkan rela untuk makan didalam mobil, karena biasanya tempat yang tersedia sudah tidak mencukupi.

Cici dibantu oleh sebuah tim yang terdiri dari dua orang yang diambil dari daerah sekitar. Keduanya bertugas melayani pembeli, belanja, hingga memasak dan mencuci perabotan makan. Untuk itu mereka di gaji sebesar 700 ribu rupiah perbulan. Apabila diperoleh keuntungan lebih pada bulan tersebut maka merekapun akan mendapatkan bonus tambahan yang besarnya kurang lebih 100 ribu rupiah. Sedangkan untuk meracik bumbu Cici melakukannya sendiri.

Disamping menyebarkan brosur yang dibagikan di Sukabumi, kunci lainnya untuk meningkatkan pelanggan menurut Cici adalah dengan kesopanan, pelayanan yang baik, dan rasa yang enak.

Bagaimana menurut anda?

Sumber: Peluang Usaha No 17

Bakso Ceker 88


Masih tentang bisnis ceker. Sekarang saya coba untuk melihat warung bakso 88 yang berada di Jl H Mencong, Ciledug Tangerang. Warung ini dimiliki oleh Aditya Winardhi.

Bermula di bulan puasa 2003, Adit melihat bahwa pada bulan ini banyak yang menjual makanan. Jika gorengan saja bisa laku keras, apalagi kalau jualan makanan, demikian pikirnya. Maka bersama isterinya, Yaya, Adit mulai berjualan bakso. Yang perlahan mereka mulai fokus di bakso ceker.

Pada awalnya sih hanya berjualan pada hari Sabtu dan Minggu. Itupun hanya di garasi rumahnya. Dengan modal awal 1 juta rupiah untuk membeli bahan baku dan peralatannya.

Sampai akhirnya pada tahun 2006, Adit menyewa tempat di Ciledug ini dengan biaya sewa 10 juta rupiah pertahun. Buka setiap hari dari jam 11 siang sampai jam 10 malam.

Adit membentuk timnya berjumlah 4 orang, yang terdiri dari juru masak dan pelayan. Mereka masing-masing digaji Rp 700 ribu perbulan, yang sesuai dengan ketentuan UMR Tangerang.

Saat ini omset yang dicapai adalah Rp 15 juta perbulan. Dengan profit hampir separuhnya, berarti sekitar Rp 7,5 juta perbulan. Yang merupakan pasif income bagi Adit.

Nah itu Adit... Bagaimana dengan anda?